Sonntag, 23. Mai 2010

Part. 2

Photobucket
Teman-teman saya di SITH-ITB : (ki-ka) Jecika Ardiati, Fitria Dewi Astari, dan Dila Fitria Fauza. Ketiganya memaknai hidup ini dengan apa adanya, seperti pandangan saya sendiri akan hidup :)

Di dunia virtual, kamu dan saya bisa menulis apapun sesuka hati dan bahkan menulis dengan Bahasa Inggris yang grammatically correct. Akan tetapi, untuk saya, begitu laptop atau komputer dimatikan, headphone yang memblok suara-suara di luar dilepas, dan mulai melangkah keluar kamar, segalanya terlihat dan terasa begitu berbeda . Kadang rasakan kesunyian, kadang juga yang terlalu bising. Keluar dari kamar saya artikan sebagai melangkahkan kaki kembali ke dunia nyata, baik itu hanya sekedar meminum segelas air putih dan kemudian kembali lagi ngendon di kasur.

*
Kadang saya merasa diri saya pengecut.

Ada saat dimana saya tidak berani tampil dan bersuara di dunia nyata, walau tidak sering karena pada dasarnya saya adalah orang yang senang ngobrol. Pada saat-saat dimana alter ego-alter ego dalam diri terlalu mendominasi dalam beraktivitas, saya hanya berani mencela dengan cara berbisik pada teman dekat atau ceplas-ceplos di blog sendiri, Twitter, ataupun Facebook. Dan kini, beberapa tulisan itu (atau mungkin semua, saya tak tahu) dikatakan sebagai tulisan yang provokatif oleh beberapa pembaca. Jujur, saya tak tahu itu artinya tulisan saya adala tulisan yang baik atau buruk. Saya hanya menulis apa adanya, gangguan kejiwaan dan pikiran setelahnya itu masalah Anda.

Photobucket
PhotobucketPhotobucket
Teman-teman saya yang tadi. Tiga 'model' langganan saya. Fee-nya murah, mereka hanya minta agar foto-fotonya di-upload ke Facebook :)

Pernah saya menulis mengenai bagaimana lucunya bangsa Indonesia, terutama kaum muda, yang memiliki tradisi ikut-ikutan dan menganggap bahwa menyukai musik jazz adalah sebuah prestise. Saya juga pernah mengomentari hal-hal (yang menurut saya) ironis mengenai bangsa ini, termasuk dalam hal politik (walau tidak sering), bahkan kadang sampai mengumpat dalam bahasa sehalus mungkin yang saya tujukan untuk para pengguna Facebook yang menggila. Untuk satu hal yang terakhir ini, mungkin saya bisa dikatakan sebagai pengecut keterlaluan bermuka dua. Saya terlalu munafik untuk mengakui perbuatan sendiri. Saya mentertawai para pengguna Facebook yang seakan menganggap bahwa salah satu promotor jejaring sosial itu adalah Tuhan kedua, yang semua yang diomongkan patut untuk dipercaya, sedang saya sendiri (walau frekuensinya sudah berkurang dibanding saat-saat dulu) masih sering bergantung padanya.

*
Sebenarnya, saya bukan tipe yang suka show off (disini maksudnya 'menampilkan diri', bukan 'pamer'). Jika ada sebuah lembaga masyarakat, analoginya saya adalah salah satu anggota internalnya, bukan bagian eksternal yang berdemo. Saya itu sebenarnya pemalu. Pemalu yang, Alhamdulillah, masih open-minded, masih peduli, tidak anti-sosial.

Photobucket
Tidak ada yang tahu kalau saya pernah terlihat dalam kegiatan anak-anak Fakultas Seni Rupa dan Desain. Foto diatas diambil saat saya sedang membantu salah seorang teman yang perlu beberapa orang untuk instalasi di sebuah pameran. Kami mengumpulkan ranting-ranting dari dahan-dahan pohon yang baru saja ditebang. Ini merupakan kegiatan 'aktivis lingkungan' yang kecil tapi kreatif bukan? :)

PhotobucketPhotobucket
Ini hasil dari ranting-ranting yang telah kami rangkai menjadi sebuah 'rak' sepatu. Sepatu-sepatu ini adalah produksi Kulkith dan dipamerkan di yapeluncuran perdana FOLD Magazine diselenggarakan di Gedung Indonesia Menggugat.

*
Saya bukan seorang aktivis ‘resmi’ yang seolah-olah menempatkan diri saya sendiri sebagai perwakilan dari golongan muda. Saya bukan yang menyuarakan secara langsung untuk mendaur ulang sampah-sampah yang tidak bisa membusuk, bukan yang tampil di iklan-iklan di TV sebagai wakil dari kampanye lingkungan, bukan yang ikut berpartisipiasi dalam konser Live Earth atau EarthFest, bukan yang menjadi penggagas perubahan di konferensi-konferensi, dan bukan yang termasuk anggota perwakilan dari negara-negara dalam sebuah konferensi remaja internasional tentang perubahan iklim. Bagi saya, dengan menjadi seorang aktivis di lingkungan sekitar terlebih dulu merupakan sebuah keputusan yang cukup baik. Dengan mengingatkan teman-teman untuk donor darah setiap 2 bulannya (yang merupakan salah satu acara rutin di kampus), mengingatkan bahaya merokok, dan menyimpan sampah di tas selama di perjalanan sampai menemukan tempat sampah terdekat, saya rasa itu cukup untuk menunjukan bahwa saya peduli pada bangsa ini. Bukannya berpendapat bahwa menjadi aktivis itu salah atau mengajak teman-teman untuk tidak bersuara demi kepentingan bangsa, tapi saya pribadi lebih suka bekerja di belakang layar. Tidak ketahuan orang kalau sayalah yang menggagas ini, menggagas itu. Tidak peduli kalau teman saya yang aktivis itu jauh lebih dikenal namanya. Tidak peduli kalau teman saya itu follower di Twitter-nya ribuan karenanya.

Photobucket
Saya bagai jeruk yang diletakkan di atas kertas rangkuman Biologi (yang fotonya saya ambil satu hari sebelum UAS Biologi). Saya masih kecil, masih muda, tapi saya senang berada di antara hal-hal yang rumit.

*
Saya bangga jadi orang yang biasa-biasa saja.

Saya bukan seorang blogger queen yang postingannya seolah-olah jadi inspirasi bagi hampir seluruh blogger, terutama untuk para pembaca yang masih muda. Saya hanya berusaha jadi diri sendiri, bersikap apa adanya. Jika beberapa ada yang berpikir saya unik (atau bahkan mungkin aneh), mungkin ini dikarenakan saya punya pandangan sendiri terhadap dunia dan apa yang terjadi di sekitar. Ini juga merupakan salah satu ‘hasil’ dari didikan Ayah dan Ibu pada saya dan adik-adik sejak kecil. Kami diajarkan untuk jadi mandiri, tidak terpengaruh oleh pendapat orang lain, dan belajar berdiri sendiri (walau hal ini tidak terlepas dari kebutuhan kita sebagai manusia akan orang lain dalam kehidupan). Saya juga bukan blogger yang link-nya ada dimana-mana, yang pernah ditulis tentang blognya di majalah-majalah remaja sebagai blog of the month atau apa. Saya hanyalah seorang rakyat jelata, yang kebetulan beruntung dan dikaruniai banyak hal oleh Allah SWT. Saya menjadi blogger murni karena apa yang ada di pikiran saya memang harus diutarakan walau hanya dalam bentuk tulisan, karena kalau tidak, mungkin kepala saya ini sudah meledak sejak dulu.

Sekali lagi, saya bangga jadi orang biasa, dan sepertinya saya akan berusaha untuk terus jadi orang yang seperti itu.

Biasa di luar, tapi hebat di dalam maksudnya ;)

P.S : Foto-foto diatas tidak dibuat semata-mata untuk posting-an ini. Saya hanya berusaha merangkai kata-kata saja :)

4 +:

sararocks hat gesagt…

Jadi diri sendiri emang penting lhoo, Shey :]

Dan well, saya suka banget sama kalimat ini:
"Bukannya berpendapat bahwa menjadi aktivis itu salah atau mengajak teman-teman untuk tidak bersuara demi kepentingan bangsa, tapi saya pribadi lebih suka bekerja di belakang layar."

I find it magical because, somehow, that's what I love the most in everything I do when I work related with people ;] Work behind the scene, karena saya pemalu (just like you, huh?) dan introvert, jadi saya nggak suka diekspos apalagi publikasi berlebihan :] Selama tujuan tindakan saya tercapai, saya udah puas kok hehe

Anyway, seru pasti yaa ikutan acara anak Seni Rupa ? I love arts dan kerja sama orang2 kreatif pasti bikin WOW mulu :D Oh ya, mau tanya Kulkith ada webstore-nya kah ? Sepatunya lucu2 ;D

Dengan diri kamu yg sekarang aja udah bikin saya kagum, Shey. Nggak perlu jadi orang lain lah :D

Sheyka hat gesagt…

wow, SARA, thanks sekali atas komentarnya. Saya hanya terus, terus, dan terus akan berusaha jadi diri saya sendiri, apa adanya. Walaupun teman-teman bilang saya provokatif, selama nggak sarkatis, menurut saya itu baik :) Kan saya juga nggak menulis dengan kata-kata binatang kan? :)

Kulkith memang sepatunya bagus2. Rangenya 150-300rb-an gitu. Yang punya anak FSRD juga. Alhamdulillah, acaranya seru. Kami begadang sampai pagi, dan memang saya juga akhirnya nginep. Cuma karena pas launching esoknya nggak bisa, jadi nggak ikut deh :(

ini websitenya : http://www.facebook.com/pages/kulkith/82598781782

thanks ya :)

dakoyaki hat gesagt…

anneyong!
what can i say..suddenly, terdampar di blog ini dan membaca postingan yang...
DANG!
It's sooo me.
im introvert, behindthescene person, and im design-enthusiast too meski saya bukan anak design dan enggak terkenal sebagai anak yang suka dengan artsy stuffs.
Tulisan ini benar-benar mewakili perasaan saya yang bahkan belum berani saya tulis di blog.
hmm shakey, every person has a choice. Perbedaan adalah hal wajar karena setiap orang memiliki peran yang berbeda-beda selama hidupnya. mau dibelakang layar atau mau show off, yang penting tugas kita adalah melakukan yang terbaik supaya semuanya berjalan dengan seimbang. is it right? :)

can i be ur freund? i think it'll be nice to share many things with you :D

Sheyka hat gesagt…

Halo, dakoyaki (Um... sorry, don't know your real name, hehe), terima kasih sudah berkomentar :)

Saya juga bukan anak desain, tapi memang masih mengaplikasikan passion saya itu dengan bekerja sama dengan beberapa anak desain di Institut tempat saya kuliah :)

Terima kasih atas kalimat tentang perbedaannya, juga supportnya :)

Tentu saja kamu boleh jadi temanku. Kita bisa saling email di sheykascooby@gmail.com atau Twitterku (@sheyka)

Nice to meet you too :)